Connect with us

Batam

Pahami Literasi Digital, Maman Suherman Ajak Masyarakat Jangan Jadi Pelaku Ciberbullying

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Whatsapp Image 2021 07 08 At 17.46.32

Batam, Kabarbatam.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk meng edukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital.

Selain itu, kegiatan ini juga menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kota / Kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

Empat kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kota / Kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Sebagai Keynote Speaker, Walikota Batam yaitu Muhammad Rudi, memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing  oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Bapak Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurut DRS H. Maman Suherman,Penulis Buku, Pembicara dan Konsultasi Media dan Kreatif dalam pemaparannya tentang ciberbullying yang terjadi di dunia maya, sebagai berikut :

  1. Apa itu ciberbullying: Perundungan di dunia maya — menggunakan teknologi digital — di beragam platform media sosial.
  2. Jenis jenis ciberbullying :
    1. Troll : (mengganggu terus menerus dengan kalimat-kalimat yang sadis, kasar, kotor, mengancam, jokes yang seksis, menuliskan kata-kata menyakitkan pada kolom komentar media sosial).
    2. Menyebarkan kebohongan atau memposting sesuatu/foto yang memalukan.
    3. Mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan.
    4. Inoersonasi (meniru atau mengatasnamakan seseorang — misalnya dengan akun palsu.
    5. Menghasut orang lain untuk mempermalukan seseorang.
    6. Memaksa anak-anak agar mengirimkan gambar sensual atau terlibat dalam percakapan seksual (sextortion), dan sebagainya.

3. Dampak ciberbullying : Korban akan merasa dipermalukan, diasingkan, dibungkam, diancam, mengalami kerugian psikologis dan ekonomis, hingga korban merasa kotor, jelek, jahat dan bahkan (berniat) bunuh diri.

4. Apa yang harus dilakukan jika menjadi korban/ada anggota keluarga yang menjadi korban? Memblok akun perundung, melaporkan kepada pengelola platform, melaporkan kepada pihak berwajib, juga mendampingi korban, serta membawa korban kepada profesional untuk memulihkan kondisi fisik dan psikologis korban.

5. Masalah hukum cyberbullying, UU ITE Pasal 27 -29  tentang kesusilaan, pencemaran nama baik dan ancaman; serta KUHP pasal penghinaan dan pengancaman.

6. Jangan Jadi Pelaku Cyberbullying karena ada ancaman hukum, ada rekam jejak yang bisa merugikan diri sendiri.

Dilanjutkan sesi Digital Skill, oleh Melanie Soebono Aktivis dan Seniman. Melani memberikan materi dengan tema “Positif Kreatif dan Aman di Internet ”. Melanie memberikan tips apa saja yang dapat dilakukan saat ini lewat digital seperti, seminar dan edukasi dari rumah, toko menjadi online, gerakan sosial atau berdonasi, liburan 3D atau virtual tour, dan mengetahui kadar oksigen.

Cakap digital di era pandemic memudahkan masyarakat karena dapat dilakukan dimana saja dan kapanpun, dapat menghasilkan uang dari hobi digital, dan berguna tanpa membahayakan kesehatan.

Sementara Ariffudin Jalil, Ketua STIT IM Batam membahas tema Kiat Menjadi Kritis dan Bijak Dalam Menghadapi Hoax di Masa Pandemi.

Ariffudin memaparkan beberapa kiat menghadapi hoax yaitu, hati-hati dengan judul provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keahlian foto, dan ikut serta grup anti-hoax. Bijak dalam menghadapi hoax seperti, tidak menggubris, melaporkan media tersebut, dan membuat berita klarifikasi yang valid.

Narasumber terakhir pada sesi Digital Culture adalah Slamet Munawar M.PD yang merupakan Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Batam memberikan materi bertema “Literasi Digital Bagi Para Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Slamet membahas manfaat literasi digital dapat memperluas jaringan, menghemat waktu, menghemat biaya, dan belajar lebih cepat dan efisien.

Contoh literasi digital di sekolah adalah penyediaan kelas virtual, sedangkan contoh di masyarakat adalah media sosial untuk meningkatkan usaha. Strategi bijak guru dalam penggunaan literasi digital antara lain, mengakses, menyeleksi, memahami, dan menganalisis.

Webinar diakhiri oleh Sri Ayu Wahyuni Influencer dengan followers 10 ribu membahas mengenai literasi digital di zaman sekarang yang berkembang sangat pesat bagi para pelajar maupun masyarakat Indonesia yang sudah menggunakan internet. Bersosial mediapun terdapat dampak negative yang ditimbulkan bagi anak yang belum cukup umur. Semua bebas untuk berkarya, maka dari itu gunakan gawai dengan baik untuk melakukan hal-hal positif.(*)

Advertisement

Trending