Headline
Pemerintah Petakan RPJMD, Mengubah Ekonomi Natuna Lima Tahun ke Depan
Natuna, Kabarbatam.com – Pemerintah Kabupaten menggelar musyawarah rencana pembangunan jangka menengah daerah secara zoom meeting di kantor Bupati Natuna, bersama OPD dan Kecamatan, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan Kementerian Dalam Negeri, Selasa (2/6).
Musrenbang ini untuk menselaraskan terwujudnya Kabupaten Natuna yang makmur, berdaya saing, dan berbudaya.
Visi ini bertujuan untuk membawa perubahan positif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta melestarikan budaya lokal.
Dalam pembahasan rencana pembangunan jangka lima tahun tersebut, pemerintah daerah telah melakukan pemetaan berbagai permasalahan yang menjadi evaluasi dan masukan berbagai pihak, pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan elemen pemerintah dan masyarakat.
Dari catatan pemerintah, pertumbuhan ekonomi di Natuna sejak tahun 2020 hingga 2024 masih fluktuatif. Hal ini disebabkan masih bergantungnya pada penerimaan dana bagi hasil minyak dan gas. Hingga kondisi infrastruktur dan sarana prasarana konektifitas yang belum optimal.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, rencana pembangunan jangka menengah dan pemetaan masalah harus diselesaikan dan dituntaskan selama lima tahun ini.
Pemerintah daerah telah menyiapkan rencana setrategis menyesuaikan program nasional dan provinsi. Bagaimana pemerintah daerah membuat program yang sejalan dengan program APBN atau Provinsi.
“Bagaimanapun RPJMD ini harus terlaksana dalam jangka waktu lima tahun. Pemerintah daerah akan melakukan kolaborasi bersama pemerintah pusat dalam peningkatan ekonomi masyarakat.
Seperti UMKM dan kemiskinan ekstrim, dapat menggunakan program insentif fiskal,” jelasnya.
Cen menjelaskan, pemetaan permasalahan di Natuna saat ini dapat diselesaikan dengan membuka akses ekonomi, tranportasi, kran ekspor impor. Tentu dengan disejalankan pemerataan infrastruktur.
“Pemerintah daerah lebih banyak minta program di kementerian. Dan upaya ini sudah mulai disejalankan di Kementerian Perhubungan. Dibuka akses laut dan udara, impor ekspor impor, itu yang harus kejar, kita berdoa mudah-mudahan terwujud, ” ungkap Cen.
Cen mengatakan, pemerintah menyiapkan program untuk menjadikan Natuna sebagai Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) terintegrasi berbasis maritim, yang akan membuka akses ekonomi langsung ke 9 negara: Tiongkok, Vietnam, Thailand, Malaysia, Kamboja, Filipina, Brunei Darussalam, Singapura, dan Taiwan.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan Natuna sebagai kawasan ekonomi khusus. Investasi hilirisasi dibidang pertambangan tengah dijajaki, seperti minerba, akan dibangun Smelter. Dan akan banyak investor masuk ke Natuna dan dapat menyerap lapangan pekerjaan. Dan Natuna harus menyiapkan sumber daya manusia yang bisa bersaing.
“Kita juga sudah membahas hilirilasi bidang perikanan. Harus ada homebase, harus ada transaksi di Natuna. Dan kalau perlu ada pengolahan di Natuna. Tentu ini menjadi nilai tambah untuk daerah,” ungkap Cen. (Man)
-
Headline1 hari agoTim Wiraraja Indonesia Sambangi Moskow, Tarik Investor Rusia Berinvestasi di KPBPB Batam
-
Batam1 hari agoPatroli BC Gagalkan Upaya Penyelundupan 414.000 Batang Rokok Ilegal di Perairan Teluk Bintan
-
Batam2 hari agoHadiri Perayaan Natal Bersama, Kepala BP Batam Amsakar Ajak Pegawai Bangun Energi Kolektif
-
Batam2 hari agoPolda Kepri Dukung Pelepasan Bantuan IJTI, Insan Pers, dan Warga Batam untuk Korban Bencana Sumatera
-
Ekonomi3 hari agoPerkuat Infrastruktur Konektivitas Papua, TelkomGroup Resmikan Community Gateway Merauke
-
Headline2 hari agoTelkomsel Berhasil Tembus Keterbatasan Akses, Pulihkan Jaringan di Aceh Tengah untuk Dukung Distribusi Bantuan
-
Batam9 jam agoBP Batam Raih Penghargaan Pioneer FTZ Management di BIG 40 Awards 2025
-
Headline2 hari agoGubernur Ansar Ajak Masyarakat Kepri Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar



