Connect with us

Batam

Polda Kepri Pastikan Pemanggilan Ustad Abdul Somad Pascabentrok di Rempang adalah Hoaks

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20230918 49544
Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad,

Batam, Kabarbatam.com – Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, menegaskan bahwa beredarnya berita di media online yang menyebarkan informasi tentang “Ustaz Abdul Somad dipanggil Polisi Pasca Bentrok di Rempang” adalah hoaks atau tidak benar.

“Untuk itu, kini Polri sedang mengejar pelaku yang menciptakan berita palsu tersebut,” ungkap Pandra.

“Setelah melakukan konfirmasi kepada Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes. Pol. Adip Rojikan, S.I.K., M.H., informasi itu (pemanggiian UAS) tidak betul,” ungkapnya.

Sebelumnya, informasi tentang “Ustaz Abdul Somad dipanggil Polisi Pasca Bentrok di Rempang” beredar pada berita di media online.

Lebih lanjut, Kabidhumas mengungkapkan bahwa ia juga sudah mendapatkan sejumlah informasi, termasuk dari media, yang membertitakan tentang “Ustaz Abdul Somad dipanggil Polisi Pasca Bentrok di Rempang”.

“Langkah kita selanjutnya adalah dari Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kepri kemudian didukung dengan seluruh tim kekuatan multimedia Polri akan melakukan pencarian pelaku,” tegas Kabidhumas.

“Pihak yang mengunggah, mengedarkan informasi palsu tersebut, harus bertanggung jawab atas perbuatanya. Maka dari itu, guna mencegah penyebarluasan secara masif,” tambahnya.

Pandra menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkannya. “Saya minta ke seluruh masyarakat yang menerima atau mendapatkan berita bohong itu, jangan disebarkan. Karena, sistem keamanan Polri sudah berjalan.”

“Terakhir, Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat jangan terpancing oleh berita yang belum tentu kebenarannya, selalu lakukan saring sebelum sharing ketika memperoleh dan ingin membagikan suatu berita atau informasi, hindari konflik dan provokasi yang dapat merusak persatuan dan keamanan, serta jangan ragu untuk melaporkan segala aktivitas mencurigakan yang dapat mengancam Kamtibmas,” pungkasnya. (*)

Advertisement

Nasional

Trending