Batam
Ruang Nuansa Melayu Ramai Dikunjungi Warga Rempang Eco City: Seni Jadi Wadah Aspirasi dan Kebanggaan Bersama
Rempang, Kabarbatam.com — Antusiasme warga memenuhi Ruang Nuansa Melayu yang berlokasi di area publik RSKI Pulau Galang. Hari ini, puluhan warga dari Perumahan Rempang Eco City datang beramai-ramai untuk mengunjungi pameran sebagai bentuk dukungan dan rasa bangga mereka terhadap hadirnya ruang budaya yang baru dan inspiratif ini.

Pameran yang dibuka sejak 8 Juli lalu ini menghadirkan lukisan-lukisan karya “Asep Carno” dan pameran bertema budaya Melayu seperti permainan tradisional, sejarah, kuliner, serta ruang interaktif tempat pengunjung dapat menulis, menggambar, atau menyalurkan aspirasi mereka melalui karya seni.
Salah satu pengunjung yang menarik perhatian adalah Pak Den, warga Rempang yang dikenal piawai memainkan gasing, salah satu permainan tradisional khas Melayu. Di tengah kerumunan, Pak Den memperlihatkan kebolehannya sembari menceritakan pengalamannya mengikuti pertandingan gasing semasa muda. Aksi spontan ini menjadi momen penuh nostalgia yang disambut antusias oleh pengunjung lainnya.

Usai bermain, Pak Den turut menuliskan pesannya di dinding ekspresi, sebuah area di dalam pameran tempat siapa pun bebas menuliskan harapan dan suara hati mereka. “Hancur badan dikandung tanah, Budi baik PT MEG kami kenang juga,” tulisnya sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih kepada pihak yang telah membuka ruang ini bagi masyarakat.
Pengunjung lainnya Ibu Dian memperagakan sepasang baju adat Melayu lengkap dengan pernak pernik asli khas adat yang ada, menambah semakin kentalnya nuansa yang ada.
Tidak luput Ibu Leha yg dikenal dengan Mak Leha sebagai tokoh sesepuh Melayu yang ikut meramaikan acara. Beliau menceritakan berbagai keindahan seni tari Melayu dan berbagai alat musik yang dipakai.
Ruang Nuansa Melayu bukan sekadar pameran budaya, tetapi juga menjadi ruang ekspresi yang inklusif, di mana semua kalangan, baik anak-anak, orang dewasa, pelajar, maupun orang tua, bisa berpartisipasi dan merasa bagian dari proses kebudayaan. Di akhir pekan, tempat ini berpotensi menjadi titik kumpul baru bagi warga Rempang dan Galang, sebuah destinasi yang dapat dinikmati oleh keluarga sambil mengenalkan budaya Melayu lewat cara yang menyenangkan dan reflektif.

Pameran ini tidak hanya menyuguhkan karya visual, tetapi juga mendorong masyarakat sekitar untuk menyalurkan aspirasi dan kreativitas mereka melalui seni, baik dalam bentuk lukisan, puisi, pantun, maupun coretan reflektif.
Sejalan dengan tema “Ruang Nuansa Melayu”, ruang ini menjadi representasi nyata bahwa seni dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, antara budaya dan pembangunan, antara ekspresi dan partisipasi.
Dengan semangat inklusif dan partisipatif, Ruang Nuansa Melayu diharapkan menjadi kebanggaan baru bagi warga, tempat yang hidup dan terus tumbuh dari keterlibatan masyarakatnya sendiri.
Pameran terbuka untuk umum setiap hari hingga 17 Agustus 2025, pukul 13.00–16.00 WIB. (*)
-
Uncategorized @id2 hari agoAde Angga Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum DPD Partai Golkar Kepri
-
Batam2 hari agoWali Kota Amsakar Tegaskan Perda LAM Harus Berpihak pada Pelestarian Adat Melayu
-
Ekonomi2 hari agoIbadah Haji Tenang dengan Paket RoaMAX Haji Telkomsel, Kuota hingga 42GB, Termasuk 2GB di Indonesia +1GB di 13 Negara Transit
-
Headline2 hari agoPulau Penyengat, Jembatan Lintas Generasi Menuju Pariwisata Berkelanjutan
-
Headline13 jam agoPasca Jabat Ketua DPD I Partai Golkar Kepri, Maruf Fokus di Dunia Usaha dan Genjot Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
-
Headline2 hari agoDari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan
-
Batam15 jam agoPuluhan WNA Terjaring Operasi Gabungan Imigrasi Batam di Kawasan Opus Bay Marina
-
Batam1 hari agoPemprov Kepri Perjuangkan Keseimbangan Fiskal dalam Pertemuan dengan DPD RI



