Batam
Sempat Terhenti Satu Bulan, Pembongkaran Pasar Induk Jodoh Mulai Dilanjutkan
Batam, Kabarbatam.com – Setelah satu bulan terhenti, pembongkaran pasar induk Jodoh kembali dilanjutkan tanpa adanya perlawanan para pedagang, Kamis (26/8/2021).
Sebelumnya, pembongkaran pasar induk Jodoh dilaksanakan pada Senin (26/7/2021) bulan lalu yang diwarnai aksi protes keras dari para pedagang yang mendiami area tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, pembongkaran gedung tua pasar induk Jodoh ini akan berlangsung hingga 5 hari ke depan.
“Kita akan bongkar dan rapikan lagi. Selanjutnya akan kita hitung aset yang ada di pasar induk, kemudian masuk proses lelang. Setelah proses lelang selesai, akan dilanjutkan dengan pembangunan berikutnya,” ungkap Gustian Riau.
Dijelaskan Gustian, untuk tahapan awal pemerintah pusat meminta untuk dilakukan clean dan clear terlebih dahulu.
“Sebab, proses pengurusan Amdal sudah siap. Setelah tahapan proses pembangunan, ini kita akan segera laporkan ke Menteri Pembangunan tentang progres dari pasar induk ini untuk ke depannya,” kata Gustian.
Diketahui, Pemerintah Kota Batam berencana akan melakukan pembangunan pasar induk Jodoh ini dengan konsep pasar modern yakni memiliki bangunan setinggi 5 lantai sehingga akan memenuhi kebutuhan dari pasar yang ada di Tos 3000 dan pasar di Jodoh Boulevard.
“Ke depannya tidak ada lagi pasar Tos 3000, dan Jodoh Boulevard. Seluruhnya akan berjualan di sini. Aktivitas di Pasar Induk ini nanti menjadi central semua pasar yang ada di kota Batam,” ujar Gustian.
Sejauh ini, jumlah pedagang di Tos 3000 dan Jodoh Boulevard berjumlah 1808 yang aktif sudah terdaftar. Namun, pihaknya akan memprioritaskan para pedagang yang tergusur untuk masuk di Pasar induk.
“Kita akan mendata kembali dengan Kapolsek, Kecamatan, Kelurahan dan tokoh-tokoh sehingga semua diakomodir, dan semuanya dapat sert berkesempatan berjualan di pasar baru nantinya,” pungkasnya.
Hingga saat ini proses pembongkaran pasar induk Jodoh berlangsung kondusif tanpa adanya penolakan dari pedagang. (Atok)
-
Headline1 hari agoOmbudsman Kepri Respons Rencana Pinjaman Pemprov ke BJB Rp400 Miliar
-
Batam3 hari agoSatgas Cegah Lebih dari 2.000 PMI Non Prosedural, Kapolda: Polda Kepri Segera Bentuk Direktorat TPPO
-
Tanjungpinang3 hari agoBukit Cermin Kota Tanjungpinang Juara 3 Kelurahan Award Tingkat Nasional
-
Batam2 hari agoPLN Batam Komitmen Perkuat Budaya K3 melalui Apel Bulan K3 Nasional 2026
-
Batam19 jam agoPolsek Lubukbaja Tangkap Dua Pria Pengendali Narkoba di Apartemen Permata Residence Baloi
-
Bintan2 hari agoBupati Roby Sampaikan 4 Program Utama dalam RKPD Bintan Tahun 2027
-
Batam1 hari agoBesok, KJK Gandeng Elemen Masyarakat pada Aksi Bersih Pantai Sambut HPN 2026
-
Batam1 hari agoWagub Nyanyang Jamin Stok dan Harga Beras Kepri Stabil



