Batam
Walfentius Tindaon Terima Keresahan Warga soal Minimnya Penerangan Lampu Jalan di Kabil
Batam, Kabarbatam.com – Minimnya penerangan lampu jalan di jalan utama wilayah Kabil hingga saat ini masih menjadi permasalahan yang cukup krusial dirasakan warga RT 01/RW 08, Perumahan Purna Yudha, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa.
Hal itu terungkap setelah anggota DPRD Kota Batam Walfentius Tindaon A.MD menggelar reses di RT 01/RW 08, Perumahan Purna Yudha, pada Rabu (26/11/2025).
Dalam pelaksanaannya, reses anggota DPRD Kota Batam Walfentius Tindaon dihadiri oleh Sekretaris Camat Nongsa Safaat, Ketua RT 01 Suhardi, Ketua RW Khamsu Darwaman dan warga Perumahan Purna Yudha.
Antusiasme warga Perumahan Purna Yudha mengikuti reses anggota DPRD Kota Batam Walfentius Tindaon cukup tinggi. Mereka rela berbondong-bondong menghadiri kegiatan itu untuk menyalurkan seluruh aspirasi kepada dewan terpilih di Dapil 3.
Memasuki sesi tanya jawab, warga yang hadir pada reses itu banyak mengeluhkan persoalan minimnya penerangan lampu jalan raya utama di wilayah Kabil. Warga menilai, hal ini sangat berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dan aksi kejahatan di malam hari.

Selain itu, persoalan pembangunan infrastruktur, warga Purna Yudha juga meminta kepada anggota DPRD Batam Walfentius Tindaon untuk dapat merealisasikan pembangunan fasum dan semenisasi.
Menyikapi hal tersebut, Walfentius Tindaon A.MD menjelaskan, keresahan soal minimnya penerangan lampu jalan raya utama di Kabil bukanlah pertama kali ini terjadi. Banyak laporan warga sebelumnya dengan hal serupa.
“Tentu, kita meminta perangkat RT/RW setempat untuk meninjau mana saja titik-titik lokasi yang minim penerangan lampu jalan dan selanjutnya kita tembuskan ke Bina Marga Kota Batam agar di tindak lanjuti,” ungkap Walfentius, Rabu (26/11/2025) malam.
Menurut Walfentius, persoalan minimnya penerangan lampu jalan raya disebabkan oleh sejumlah faktor. Apakah ini murni karena kurangnya perawatan atau kabel lampu jalan yang kerap dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
“Ada beberapa faktor apakah ini murni karena kurangnya perawatan atau kabel lampu jalan raya yang kerap kali dicuri,” ujarnya.
Selanjutnya, persoalan pembangunan infrastruktur fasum dan semenisasi, Walfentius menyampaikan, hal ini menjadi sebuah pertimbangan serta catatan penting untuk dapat direalisasikan pada anggaran pokir di tahun 2027.
“Dana pokir di tahun 2025 sebesar Rp3,5 miliar telah kita alokasikan ke 27 titik lokasi di Dapil 3 yang dianggap sangat membutuhkan sentuhan pembangunan. Soal permintaan untuk pembangunan Fasum dan semenisasi di Perumahan Purna Yudha pastinya akan kita laporkan di tahun 2026 dan kemungkinan tahun 2027 sudah terealisasi,” pungkasnya. (Atok)
-
Natuna3 hari agoDi Bawah Kepemimpinan Raja Mustakim, KPDN Perluas Peran Sosial
-
Batam3 hari agoSatgas Cegah Lebih dari 2.000 PMI Non Prosedural, Kapolda: Polda Kepri Segera Bentuk Direktorat TPPO
-
Headline20 jam agoOmbudsman Kepri Respons Rencana Pinjaman Pemprov ke BJB Rp400 Miliar
-
Headline3 hari agoKomandan Kodaeral IV Kobarkan Semangat Prajurit TNI AL saat Peringati Pertempuran Heroik Laut Arafuru
-
Tanjungpinang3 hari agoBTS Diduga Tak Berizin di Air Raja Tanjungpinang Tetap Beroperasi, Warga Khawatirkan Dampak Radiasi
-
Tanjungpinang2 hari agoBukit Cermin Kota Tanjungpinang Juara 3 Kelurahan Award Tingkat Nasional
-
Headline3 hari agoLantik 41 Kepala Sekolah se-Kepri, Gubernur Ansar: Harus Bersiap Menghadapi Fase 5.0
-
Batam3 hari agoBP Batam Catat Capaian Positif Sepanjang 2025, Siapkan Lompatan Pembangunan di 2026



