Connect with us

Batam

Laily Rahmawati, Siswi MAN Insan Cendekia Batam Raih Juara II Lomba Karya Tulis Se-Kepri

Published

on

Foto Laily Rahmawati, man insan cendekia Batam, Siswi MAN Insan Cendekia
Wahyu Wahyudin menyerahkan piagam penghargaan dan piala Juara II Lomba Karya Tulis dalam rangka memperingati HUT Ke-76 Kemerdekaan RI kepada siswi berprestasi MAN Insan Cendekia Batam, Sabtu (21/8/2021).

Batam, Kabarbatam.com – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Wahyu Wahyudin, S.E, kembali menyerahkan piagam penghargaan dan Piala Juara II Lomba Karya Tulis dalam rangka memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan RI kepada siswi berprestasi MAN Insan Cendekia Batam, Sabtu (21/8/2021).

Laily Rahmawati siswi pelajar yang duduk dibangku kelas XII MAN Insan Cendekia Batam berhasil meraih juara dua Se-Provinsi Kepri mengalahkan para pesaingnya dari sekolah-sekolah yang berada di Provinsi Kepri.

“Laily Rahmawati berhasil mengalahkan siswa-siswi SMA favorit di Batam. Laily Rahmawati berhasil merebut juara II lomba Karya Tulis dari Kota Batam. Saya berharap tahun depan siswa-siswi lainnya dapat mengikuti. Bila perlu tahun depan juara I hingga juara III diborong semua oleh MAN Insan Cendekia,” ujar anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin.

Diungkapkan Wahyu, perekonomian saat ini tengah mengalami keterpurukan, pendidikan juga terganggu. Bagaimana upaya agar Indonesia jaya.

“Dan saya yakin MAN Insan Cendekia Batam menjadi kebanggaan Kepri. Oleh karena itu, dimulai dari saat ini giat berlatih untuk membuat karya tulis dengan imajinasi yang dimiliki, karena tulisan itu akan membawa kita berimajinasi, bagaimana mempersiapkan diri untuk menuju Indonesia maju,” ungkapnya.

Sembari bercerita, Kepala Madrasah, Rudianto, S.Pd., M.M.P menyampaikan, profil dari MAN Insan Cendekia Batam sendiri, sama halnya MAN Insan Cendekia se-Indonesia yaitu terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam keimanan dan ketaqwaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Anak MAN Insan Cendekia kita dorong dalam rangka menunjukkan kepada dunia bahwa ternyata SDM umat Islam itu tidak akan kalah dengan SDM yang lain,” tutur Rudianto.

Foto Laily Rahmawati, man insan cendekia Batam, Siswi MAN Insan Cendekia

Dijelaskan Rusdianto, prestasi yang sudah diraih sejak berdirinya MAN Insan Cendekia pada tahun 2016 lalu, secara bertahap MAN Insan Cendekia dapat menduduki rangking teratas mengalahkan sekolah favorit di Provinsi Kepri baik itu dari sisi kompetisi Sains Nasional dan lainnya.

Kemudian, untuk penerimaan jumlah siswa di MAN Insan Cendekia Batam juga dibatasi. Dalam satu angkatan hanya boleh menerima 96 orang untuk 4 kelas dan itu hanya dua jurusan yakni IPA dan IPS.

Untuk penerimaan siswa, akan melalui tahapan seleksi dari pusat MAN Insan Cendekia secara nasional yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, para murid MAN wajib tinggal di asrama yang bertujuan untuk mengembangkan potensi belajar siswa-siswi MAN IC.

“Bahkan, jebolan dari MAN IC sendiri sudah ada yang lulus hingga ke Timur Tengah, Korea, Jerman, Turki, Amerika Serikat dan Jepang,” tambahnya

Lanjut, Rudianto menyampaikan, dengan keberhasilan yang diperoleh Laily Rahmawati, tentunya MAN Insan Cendekia Batam bangga dan terima kasih kepada anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin sebagai pihak penyelenggara yang menginspirasi dan mengembangkan potensi anak-anak SMA/SMK/MAN se Provinsi Kepri.

“Tentunya, kami berharap dalam kegiatan ini dapat melahirkan penulis-penulis handal di masa depan sehingga anak-anak muda tidak terlalu larut dengan kecanggihan teknologi saat ini yakni medsos,” jelasnya.

Sementara itu, Laily Rahmawati sebagai peraih juara II lomba Karya Tulis menyampaikan, Karya Tulis yang ditampilkan dalam perlombaan tersebut memiliki makna yang cukup mendalam yakni partisipasi pelajar dalam keutuhan NKRI.

“”Pada intinya peran-peran pelajar yang dapat menjaga keutuhan NKRI. Karena kita ketahui negara Indonesa terbentuk oleh peran para pelajar sendiri dan golongan para pemuda,” tuturnya.

“Harapan ke depan, semoga karya tulis saya dapat lebih baik lagi dan dapat mengikuti lomba karya tulis hingga tingkat nasional. Tentu, saya berterima kasih kepada Bapak Wahyu Wahyudin, Guru Pembimbing dan Kepsek yang telah memberikan motivasi berharga kepada kami,” pungkasnya. (Atok)

Advertisement

Trending