Connect with us

Kesehatan

Manfaat Radioterapi dan Efek Samping Bagi Penderita Kanker

Published

on

Radioterapi

Kabarbatam.com – Radioterapi merupakan salah satu cara pengobatan untuk mematikan sel kanker.
Kanker adalah suatu penyakit yang diakibatkan terjadinya pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh secara tidak terkendali.

Sel-sel abnormal tersebut sifatnya ganas dan bisa menyebar ke organ tubuh lainnya. Untuk penyebabnya beragam seperti terpapar virus atau keturunan (genetik).

Menurut organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka kasus kanker terus meningkat, sehingga menjadi penyebab kematian kedua terbesar di dunia.

Kasus kanker terkini yang tercatat di Indonesia sekitar 400 ribu dengan 70 persen rata-rata sudah terdiagnosa pada stadium lanjut serta membutuhkan penanganan serius.

Salah satu bentuk penanganan untuk tindak lanjuti penyakit kanker yaitu dengan radioterapi. Lalu apa itu radioterapi dan bagaimana cara kerja serta manfaatnya dalam pengobatan kanker?

Berikut penjelasan dr Sri Mutya Sekarutami, spesialis radiologi konsultan onkologi radiasi dalam Edukasi Virtual via Zoom tentang Radioterapi dan Manfaatnya terhadap Pengobatan Kanker, Sabtu (31/7).

Apa Itu Radioterapi?

Radioterapi adalah jenis terapi untuk menangani kanker yang menggunakan sinar pengion. Sinar tersebut sifatnya tak terlihat, tidak berbau dan tidak berasa.

“Meski tidak terasa, sinar pengion itu sudah dihitung sedemikian rupa dan akan tepat sasaran,” ucap Sri. 50-60 persen pasien kanker akan membutuhkan terapi radiasi sebagai awal pengobatan.

Tujuan Radioterapi

Radioterapi bertujuan untuk membunuh sel kanker dan menyelamatkan jaringan yang masih normal sebanyak-banyaknya atau disebut rasio terapeutik.

“Yang kita harapkan, dosis itu sudah dapat mematikan sel tumor sebelum menyerang jaringan normal,” ujarnya.

Dengan adanya terapi radiasi menggunakan teknologi, besar harapan supaya pasien kanker terminimalisir efek samping dari pengobatan.

Bagaimana Radioterapi Bekerja?

Radioterapi menggunakan sinar pengion berupa sinar-x, sinar gamma dan partikel. Sinar-x akan bekerja membunuh sel kanker atau memperlambat pertumbuhan dengan merusak DNA kanker.

Sinar radiasi yang diberikan ke pasien tidak berbau, berasa, berwarna maupun berbentuk. “Jadi pertama mereka akan memutus jaringan DNA, yang diputusnya bisa satu atau dua,” ucap Sri.

“Kemudian yang kedua ke cairannya di dalam sel, itu yang menyebabkan terjadinya radikal bebas. Radikal bebas ini yang akan membunuh DNA kanker,” ujarnya.

Proses Radioterapi

Radiasi eksternal atau sinar luar adalah radiasi dengan menggunakan mesin yang memancarkan radiasi ke lokasi kanker pasien. Untuk alatnya bisa cobalt, linac, heavy ion, proton.

Sementara brakiterapi atau sinar dalam adalah terapi radiasi di mana sumber radiasi yaitu iridium dan cobalt-60 akan diletakkan pada atau dekat tumor.

Radioterapi bisa diberikan sebelum atau sesudah operasi, sebelum atau sesudah kemoterapi, dan bersamaan dengan kemoterapi (kemoradiasi).

Sebelum ditindak radioterapi, dokter akan melakukan screening ke pasien lebih dulu supaya mengetahui jenis kanker, stadium, hasil laboratorium, status gizi, teknik dan lainnya.

Manfaat dan Peran Radioterapi bagi Pengobatan Kanker

Kuratif, yaitu secara penuh untuk menghilangkan kanker terutama kanker yang belum menyebar luas. Kemudian kuratif adjuva, yakni menurunkan angka kekambuhan dab meningkatkan angka kesintasan.

Kemudian paliatif, menghilangkan gejala akibat kanker, mengurangi nyeri kanker, menghentikan pendarahan, mengurangi sesak atau sumbatan napas, serta menurunkan tekanan intrakranial (bagian kepala).

Efek Samping Radioterapi

“Efek samping dari radioterapi adalah tergantung dari lokasi tumor yang kita radiasi. Untuk akut bisa hilang 1-3 bulan, sedangkan kronik menetap,” ucap Sri.

Kepala dan leher mengalami perubahan warna kulit, sariawan, nyeri menelan, mulut kering, serta perubahan rasa.

Kemudian payudara dan dada, perubahan warna kulit, mual dan muntah. Perut dan panggul, perubahan warna kulit, diare, nyeri buang air kecil.

Seluruh bagian tubuh yang diradiasi harus selalu dilatih supaya tidak kaku dan berakibat nyeri hebat setelahnya.

Dalam kegiatan yang sama, Ketua Persatuan Onkologi Indonesia Soehartati Gondhowiardjo menyampaikan bahwa pelayanan radioterapi saat ini sudah tersedia di sejumlah rumah sakit.

“Pelayanan radioterapi bagi pasien kanker tersedia di 14 rumah sakit rujukan nasional dengan total 47 center radioterapi di 16 provinsi Indonesia,” kata Soehartati.

“Ke depannya, jumlah center radioterapi akan diperluas ke 26 provinsi di Indonesia menjadi 84 dengan 128 teleterapi handal di Indonesia,” ucap dia.(*)

Advertisement

Trending