Connect with us
Puri Selebriti Batam Himalaya Batam BSC Mall

Karimun

Pelayanan Terpadu Pulau Nipa Resmi Diluncurkan, Beri Kemudahan Bagi Pengguna Jasa Transportasi Laut

Published

on

Foto Pelayanan Terpadu Pulau Nipa, pulau nipa, Pulau Nipah

Karimun, Kabarbatam.com – Pelayanan Terpadu Pulau Nipa di wilayah kerja Pulau Sambu resmi diluncurkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun.

Pelayanan terpadu Pulau Nipa itu, terdiri dari empat instansi terkait diantaranya Customs yakni Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Imigration yakni Kantor Imigrasi Kelas II B Belakangpadang, Quarantine yakni Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam dan Port Authority yakni KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun atau disingkat CIQP.

Diluncurkannya pelayanan terpadu tersebut merupakan inovasi KSOP Tanjungbalai Karimun dalam upaya peningkatan pelayanan dengan sistem satu atap bagi pengguna jasa transportasi laut di kawasan Nipa Transhipment Anchorage Area (NTAA), Kecamatan Belakangpadang, Batam, Kepulauan Riau.

Peluncuran tersebut ditandai dengan pemotongan tali pita, pembukaan tirai papan nama dan pelepasan burung merpati oleh masing-masing pimpinan CIQP di Kantor Pelayanan Terpadu Pulau Nipa Pulau Sambu, Kecamatan Belakangpadang, Batam, Kamis (28/10/2021) pagi.

Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Jon Kenedi mengatakan, Pelayanan Terpadu diluncurkan guna memberikan pelayanan yang lebih efisien bagi pengguna jasa transportasi laut.

“Tujuannya bagi pengguna jasa adalah efisiensi melalui pelayanan terpadu satu atap ini, terutama menyangkut waktu dan biaya yang sangat terasa sekali yang mana mereka kini bisa mengurus suatu dokumen di Pelayanan Terpadu tersebut sekali jalan tanpa harus berpindah-pindah dari satu instansi ke instansi lainnya,” kata Jon Kenedi.

Foto Pelayanan Terpadu Pulau Nipa, pulau nipa, Pulau Nipah

Ia menjelaskan bahwa, diluncurkannya pelayanan terpadu Pulau Nipa CIQP itu, sebagai upaya dalam menghadapi persaingan dengan negara-negara tetangga yang juga menawarkan layanan serupa.

Menurutnya, NTAA yang merupakan lokasi labuh jangkar dan ship to ship di Indonesia yang belum optimal digali potensinya.

“Sehingga, Pelayanan Terpadu Pulau Nipa ini merupakan upaya kita mendorong pengguna jasa untuk melakukan labuh jangkar, ship to ship dan aktivitas lainnya di kawasan tersebut,” jelasnya.

“Selain itu, tujuannya juga untuk efektifitas dan efisiensi pelayanan kepada pengguna jasa transportasi laut di NTAA, kolaborasi pelayanan instansi terkait di pelabuhan dan meningkatkan daya saing untuk peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” katanya.

Instansi terkait yakni KPU Bea Cukai Tipe B Batam, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam dan Kantor Imigrasi Kelas II Belakang Padang mendukung penuh peluncurkan pelayanan terpadu Pulau Nipa.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Bidang Kepatuhan Internal KPU Bea Cukai Tipe B Batam, Ozy Diva Ersya.

“Kami mengapresiasi sekali karena memang perlu kolaborasi dan dengan adanya pelayanan terpadu ini saya pikir bisa menjadi tren bagi instansi untuk berkolaborasi dalam pelayanan,” kata Ozy.

Sementara itu, General Manager Pelindo Batam, Capt Al Abrar juga mendukung adanya tersebut.

“Kami mendukung sekali karena pelayanan sekarang tak lagi terpisah dan lebih efisien, Pelindo sebagai provider ship to ship yang mengelola baik pemanduan dan penundaan bagi kapal tentunya berharap adanya pelayanan terpadu ini dapat meningkat, PNBP dengan banyaknya kapal yang melakukan kegiatan di kawasan tersebut,” kata Capt Al Abrar.

Senada dengan Pelindo Batam, Kepala Cabang Batam Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) PT Asinusa Putra Sekawan, Kapt Maskur Kelana mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan tersebut.

Hal tersebut dikarenakan PT Asinusa Putra Sekawan adalah BUP yang melaksanakan kegiatan ship to ship di Nipa Transhipment Anchourge Area (NTAA).

“Sangat membantu kami yang berkegiatan di NTAA, karena pengguna jasa yang bermitra sama kita tak perlu lagi ke kapal mengambil dokumen, jadi pelayanannya lebih efisien,” ujar Kapt Maskur Kelana.

Diketahui, Kawasan Pulau Nipa atau yang disebut Nipa Transhipment Anchorage Area (NTAA) merupakan salah satu kawasan dengan posisi strategis di Indonesia dalam aliran barang dan jasa antar negara dengan adanya kegiatan pelayanan seperti labuh jangkar dan ship to ship.

Kawasan yang secara regional berada dalam peta kerjasama kawasan IMS GT (Indonesia Malaysia Singapura Growth Triangle) ini, merupakan kawasan ekonomi yang sangat potensial karena telah menjadi primadona dalam menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). (Yogi)

Trending