Connect with us

Batam

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Bos Besi Tua Tanjungpinang, Ini Kronologinya

Published

on

Foto Pembunuhan Pengusaha Besi Scab, pengusaha besi scrab, Pengusaha di Tanjungpinang, Polda Kepri, polisi tangkap pembunuh pengusaha, Polres Tanjungpinang
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt saat ekspose pengungkapan kaaus pembunuhan pengusaha besi tua di Tanjungpinang.

Batam, Kabarbatam.com – Kasus pembunuhan sadis terhadap Zainuddin, pengusaha scrab besi tua asal Tanjungpinang terungkap.

Dalam pengungkapan ini, tim gabungan Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri bersama Polres Tanjungpinang berhasil mengamankan dua orang pelaku berinisial AR alias AK dan ZU alias J.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt mengatakan, motif pembunuhan sadis bos besi tua Tanjungpinang itu, dilatar belakangi rasa sakit hati dan keinginan menguasai harta benda milik korban.

“Dalam aksinya, kedua tersangka AR alias AK dan ZU alias J, merampok dan membunuh korban dengan cara menjerat leher menggunakan tali saat berada di dalam mobil,” ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian dan Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando saat konferensi pers di Mapolda Kepri, Rabu (29/9/2021).

Dijelaskan Harry, pada hari minggu, (5/9/2021) sekira pukul 11.00 Wib kedua tersangka mendatangi rumah korban untuk bersama-sama membeli barang. Kemudian, korban dan tersangka pergi menggunakan mobil toyota Avanza Veloz berwarna putih milik korban ke wilayah Kijang Kabupaten Bintan.

“Saat berada di kilometer 20 Kijang, kedua tersangka mulai menjalankan aksinya yakni meminta korban menepikan kendaraannya. Saat kendaraan berhenti, tersangka langsung menjerat leher korban dengan tali yang telah disiapkan saat itu juga,” ungkapnya.

Foto Pembunuhan Pengusaha Besi Scab, pengusaha besi scrab, Pengusaha di Tanjungpinang, Polda Kepri, polisi tangkap pembunuh pengusaha, Polres Tanjungpinang

Lebih sadisnya lagi, kedua tersangka membawa korban ke wilayah Tanjung Uban Batu 58, tepatnya di belakang klenteng di dekat sebuah Tower Sutet, lantas para tersangka ini mengubur korbannya.

“Sebelum mengubur korbannya, tersangka mengambil uang yang berada disaku celana sebesar Rp 9 Juta dan membawa mobil milik korban ke danau biru Galang Batang, Kijang, Kabupaten Bintan untuk ditenggelamkan ke dalam danau guna menghilangkan barang bukti,” terangnya.

Tak hanya itu, sebelum menenggelamkan mobil korban, kedua tersangka ini mengeluarkan surat-surat dan uang dari dashboard mobil sebesar Rp. 200 juta serta 1 unit handphone milik korban.

Lanjut, Harry menyampaikan, pada tanggal (8/9/2021) Sat Reskrim Polres Tanjungpinang melakukan penyelidikan atas laporan dari masyarakat tentang hilangnya seorang laki-laki berinisial Z sejak tanggal 5 September 2021 tidak kembali ke rumah.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa para tersangka tidak berada di Tanjungpinang, namun tersangka telah berada di wilayah Teluk Bunia, Kecamatan Pelangiran Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.

“Diwilayah tersebut tim berhasil mengamankan tersangka inisial AR alias AK. Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka inisial AR alias AK didapatkan informasi bahwa tersangka ZU alias J berada di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau,” tuturnya.

Selanjutnya, tim bergerak dan berhasil mengamankan tersangka inisial ZU alias J yang sedang melakukan perjalanan di sekitar jalan lintas selatan Desa Aurcina, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau.

“Total uang yang berhasil diambil oleh para tersangka dari korban yaitu sejumlah Rp. 260 juta dan telah dibelikan beberapa aset oleh para tersangka yaitu rumah serta beberapa kendaraan roda dua yang sampai saat ini masih ditelusuri keberadaanya oleh Penyidik,” terangnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan 1 unit rumah di Indragiri Hilir, 1 unit mobil toyota avanza veloz warna putih, 1 buah kunci mobil toyota avanza veloz, 1 utas tali nilon panjang sekitar 2 meter, 1 buah cangkul, 1 unit handphone oppo f7, 1 unit handphone oppo reno 4, 2 buah buku tabungan bank, 1 kartu NPWP, 2 kartu atm dan uang tunai sejumlah Rp. 5 juta.

“Sementara itu pasal yang dipersangkakan adalah pasal 340 KUHP dan pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup,” pungkasnya. (Atok)

Advertisement

Trending