Batam
Wanita Perekrut Belasan PMI ilegal dan Admin Judi Online di Kamboja Dibekuk Polsek KKP di Sumut
Batam, Kabarbatam.com – Polsek Kawasan Pelabuhan Batam kembali menggagalkan upaya keberangkatan belasan orang PMI non prosedural ke luar negeri melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, Minggu (2/6/2024) sekira pukul 15.00 Wib.
Diketahui, sebanyak 14 orang PMI ilegal ini diberangkatkan melalui Pelabuhan Internasional Batam Center ke Malaysia untuk transit dengan tujuan akhir Negara Kamboja. Mereka mengaku, akan dipekerjakan sebagai admin judi online di Kamboja.
“14 orang PMI non prosedural ini diberangkatan ke negara Kamboja untuk bekerja sebagai admin judi online. Para PMI ini kita amankan saat hendak berangkat keluar negeri melalui Pelabuhan Internasional Batam Center,” ujar AKP Jaya Putra Tarigan saat dikonfirmasi wartawan Kabarbatam.com, Kamis (6/6/2024).
AKP Jaya Putra Tarigan menjelaskan, terungkapnya kasus pengiriman 14 orang PMI non prosedural ini berawal ketika anggota Pos Polisi Pelabuhan yang melihat gerak-gerik mencurigakan para PMI tersebut saat berada di Pelabuhan Internasional Batam Center.
“Anggota Pos Polisi Pelabuhan Pelabuhan Internasional Batam Center langsung berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan untuk mengamankan para PMI tersebut,” tuturnya.
Saat diinterogasi Polisi, calon PMI non prosedural ini mengaku, bahwa mereka diberangkatkan oleh seseorang bernama Sherly yang membantu dalam mengurus keberangkatan dari tempat asalnya kota Medan hingga sampai ke negara Malaysia,” jelasnya.
Setelah Polisi berhasil mengantongi nama terduga pelaku perekrut PMI non prosedural ini, pada hari Selasa (4/6/2024) Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Noval Adimas langsung bergerak cepat melakukan serangkaian penyelidikan di wilayah hukum Polda Sumatra Utara.
“Unit Reskrim Polsek KKP berhasil menangkap
Sherly Irwanti Halim alias Sherly di kediamannya yang beralamat di Dusun Simpang Sei Birung, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara,” terangnya.
Lanjut, AKP Jaya Putra Tarigan menyampaikan, tersangka Sherly merupakan perekrut PMI non prosedural untuk dipekerjakan sebagai admin judi online di negara Kamboja.
“Sherly memfasilitasi segala keperluan calon PMI di mulai dari mengurus paspor dan mengantar PMI ini dari tempat asal menuju Bandara Kualanamu, Medan hingga tiba di Kota Batam,” bebernya.
Atas perbuatannya, tersangka Sherly dijerat Pasal 81 Jo Pasal 83 Jo Pasal 86 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapan Pemerintahan Pengganti UU. No. 2 Tahun 2022 Cipta Kerja Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 e KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp.15 miliar. (Atok)
-
Batam2 hari agoWarga Batam Tempuh Jalur Hukum Diduga Ditipu Ratusan Juta Bisnis Dana Talangan BFI Finance
-
Batam2 hari agoPelaku Pengrusakan Ratusan Pohon Jati Emas di Batam Diringkus, Ngaku Tak Tahan Tekanan Hidup
-
Batam2 hari agoPolisi Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Batam, Beli Pertalite Berbekal Surat Rekom lewat Calo Rp4 Juta
-
Headline2 hari agoDari Pulau Penyengat, AJI Tanjungpinang Serukan Kebebasan Pers
-
Headline2 hari agoKadin Sambut Baik Evaluasi HPM Pasir Kuarsa di Kepri, Sinyal Positif bagi Investasi
-
Batam1 hari agoIndonesia Autism Summit 2026 Digelar Juni Mendatang di Batam, Siap Beri Edukasi Komunitas Autisme
-
Batam1 hari agoTerlibat Kejahatan Scam Trading, 210 Warga Negara Asing Terjaring Operasi Keimigrasian di Batam
-
Batam1 hari agoViral di Medsos, Imigrasi Batam Klarifikasi Dugaan Pemerasan WN Singapura di Pelabuhan Internasional Sekupang



